Tak seharusnya kau bermurung diri
Berdiam sendiri menatap apa yang telah terjadi
Tak Seharusnya kau bersedih sendiri
Menyesali tiap tetes air mata yang bergulir di pipimu
Kau tau ku di sini,
menemanimu sampai akhir
Jadi mengapa tak tersenyum saja?
Karena kau tau dirimu hebat
Karena kau mau dirimu bisa
Karena kau yakin semua dapat kau raih
Karena kau begitu indah
Selasa, 15 Desember 2009
Ku Bisa Lebih Baik
Hanya itu yang dapat ia lakukan
Aku yakin,
aku bisa lebih baik dari itu
Jika hanya seperti itu,
semua orng juga dapat melakukannya
Dan ku yakin,
aku bisa lebih baik dari itu
Tapi, kenapa kau memujanya?
Padahal ia tak ada apa-apanya,
dibanding aku...
Tak dapatkah engkau,
benar-benar melihatku?
Bukan dengan matamu,
namun dengan hatimu
Aku yakin,
aku bisa lebih baik dari itu
Jika hanya seperti itu,
semua orng juga dapat melakukannya
Dan ku yakin,
aku bisa lebih baik dari itu
Tapi, kenapa kau memujanya?
Padahal ia tak ada apa-apanya,
dibanding aku...
Tak dapatkah engkau,
benar-benar melihatku?
Bukan dengan matamu,
namun dengan hatimu
Sabtu, 24 Oktober 2009
Namamu di Hatiku
Aku tahu,
hanya bayangmu yang penuhi benakku
Aku tahu,
hanya tawamu yang terdengar di telingaku
Aku tahu,
hanya sosokmu pandangku tertuju
Di hatiku,
terpatri dengan jelas namamu
Di otakku,
tersimpan file virus bayangmu
Di mataku,
teratur tuk tertuju padamu
Ah,
sudah lama ternyata
Namun,
aku tetap di sini
Menunggu,
menunggu engkau seorang
hanya bayangmu yang penuhi benakku
Aku tahu,
hanya tawamu yang terdengar di telingaku
Aku tahu,
hanya sosokmu pandangku tertuju
Di hatiku,
terpatri dengan jelas namamu
Di otakku,
tersimpan file virus bayangmu
Di mataku,
teratur tuk tertuju padamu
Ah,
sudah lama ternyata
Namun,
aku tetap di sini
Menunggu,
menunggu engkau seorang
Jumat, 05 Juni 2009
Bagai Angin
Mengalir, entah bagaimana aku mengendalikannya
Cepat, entah bagaimana aku menghentikannya
Menusuk, entah bagaimana aku meruncingkannya
Terlambat, entah mengapa tak kusesali
Bagai angin yang berhembus di sisiku
Bagai angin yang tak pernah kuperhatikan
Bagai angin yang selalu kurasa
Bagai angin yang telah berlalu
Namun penyesalanku tak berguna tak bagai angin
Kata maafku lah yang berlalu bagai angin
Yang mungkin tak kau perhatikan bagai angin
Yang mungkin tak kau rasa tak bagai angin
Aku ingin menjadi angin
Yang selalu berhembus di sisimu
Walau tak kau perhatikan
Walau kau selalu merasakan
Walau ku selalu hanya berlalu
Cepat, entah bagaimana aku menghentikannya
Menusuk, entah bagaimana aku meruncingkannya
Terlambat, entah mengapa tak kusesali
Bagai angin yang berhembus di sisiku
Bagai angin yang tak pernah kuperhatikan
Bagai angin yang selalu kurasa
Bagai angin yang telah berlalu
Namun penyesalanku tak berguna tak bagai angin
Kata maafku lah yang berlalu bagai angin
Yang mungkin tak kau perhatikan bagai angin
Yang mungkin tak kau rasa tak bagai angin
Aku ingin menjadi angin
Yang selalu berhembus di sisimu
Walau tak kau perhatikan
Walau kau selalu merasakan
Walau ku selalu hanya berlalu
Selasa, 02 Juni 2009
Kenangan
Semoga semua itu tak kan hanya jadi kenangan...
Terlalu buruk untuk dikenang...
Namun juga terlalu indah untuk dilupakan
Dan jika ada saatnya nanti
Mungkin semua itu kan dapat membuatmu tersenyum
atau mungkin buatmu menangis,
menyesali tiap detik, tiap hal yang kau lewatkan, kau siakan
Terlalu buruk untuk dikenang...
Namun juga terlalu indah untuk dilupakan
Dan jika ada saatnya nanti
Mungkin semua itu kan dapat membuatmu tersenyum
atau mungkin buatmu menangis,
menyesali tiap detik, tiap hal yang kau lewatkan, kau siakan
Sabtu, 30 Mei 2009
Atas Sebuah Nama
Malam serasa tak pernah habis
Fajar kulihat tak pernah datang
Rembulan tak ingin digantikan mentari
Dan bintang masih asyik menari
Kakiku yang bergetar berdiri
Menunggu menanti sebuah arti
Hanya digin yang menemaniku di sini
Dan sepucuk kertas tertulis teliti
Atas sebuah nama ku menunggumu
Tak bisa kuelak amanat itu
Sakit memang harus kujalani
Karena ku tahu, ku kan dapatkan arti
Namun arti itu tak lebih penghianatan
Kau lari darinya buatku menanggung
Atas sebuah nama, aku gagal dalam tugas ini
Atas sebuah nama, aku tersungkur sekarat di bawah kakinya
Fajar kulihat tak pernah datang
Rembulan tak ingin digantikan mentari
Dan bintang masih asyik menari
Kakiku yang bergetar berdiri
Menunggu menanti sebuah arti
Hanya digin yang menemaniku di sini
Dan sepucuk kertas tertulis teliti
Atas sebuah nama ku menunggumu
Tak bisa kuelak amanat itu
Sakit memang harus kujalani
Karena ku tahu, ku kan dapatkan arti
Namun arti itu tak lebih penghianatan
Kau lari darinya buatku menanggung
Atas sebuah nama, aku gagal dalam tugas ini
Atas sebuah nama, aku tersungkur sekarat di bawah kakinya
Sabtu, 18 April 2009
Bahagia
Kau dapat tersenyum melihat sang badut
Kau dapat tertawa melihat sang pelawak
Namun, kau hanya bisa bahagia karna dirinya
Ialah bunga hatimu yang kau cari
Kau dapat tertawa melihat sang pelawak
Namun, kau hanya bisa bahagia karna dirinya
Ialah bunga hatimu yang kau cari
Ledakan Rindu
Sesuatu yang kurindukan darimu
Bayangmu, matamu, lugumu, lugasmu
Dan air mataku menetes saat rinduku meledak
Bayangmu, matamu, lugumu, lugasmu
Dan air mataku menetes saat rinduku meledak
Angsa
Aneh kulihat ia menari di atas awan
Tangannya tegak menyambut mentari
Matanya bersinar laksana bintang
Hatiku perih, mataku menyipit melihatnya menari
Tangannya tegak menyambut mentari
Matanya bersinar laksana bintang
Hatiku perih, mataku menyipit melihatnya menari
Jumat, 17 April 2009
Termenung
Aku tertipu semua tingkahmu padaku
Tingkah lucu, lugu, lugasmu
Kini ku hanya bisa termenung
Termenung menekuri langkah salah yang kuambil
Tingkah lucu, lugu, lugasmu
Kini ku hanya bisa termenung
Termenung menekuri langkah salah yang kuambil
Kamis, 16 April 2009
Mungkin Nanti
Setetes embun membasahi ubun-ubun
Dikau bertanya berharap jawaban
Namun yang kau tanya bungkam
Hanya berdiri diam menunduk dalam
Aku yang melihatmu dari balik semak belukar
Berharap sama denganmu, sama besar
Aku takut kau dikecewakannya
Mengapa ia tak menjawab penrtanyaannya?
Dia yang kau tanya itu menggeleng
Hatimu pecah berkeping-keping
Begitu juga hatiku ini
Dan air mata menetes di pipimu
Jangan menangisinya!
Kau terlalu berharga untuknya
Mungkin nanti, aku bisa menggantikan dia
Berada di sisimu lebih dari seorang sahabat
Dikau bertanya berharap jawaban
Namun yang kau tanya bungkam
Hanya berdiri diam menunduk dalam
Aku yang melihatmu dari balik semak belukar
Berharap sama denganmu, sama besar
Aku takut kau dikecewakannya
Mengapa ia tak menjawab penrtanyaannya?
Dia yang kau tanya itu menggeleng
Hatimu pecah berkeping-keping
Begitu juga hatiku ini
Dan air mata menetes di pipimu
Jangan menangisinya!
Kau terlalu berharga untuknya
Mungkin nanti, aku bisa menggantikan dia
Berada di sisimu lebih dari seorang sahabat
Sahabat?
Kelabu hariku tanpa cahaya
Kau pergi tinggalkanku tanpa suara
Kau biarkan 'ku jatuh ke jurang dalam tak terhingga
Di mana ikrarmu sebagai sahabat?
Hanya manis ucapmu tak kau perbuat
Kau khianati aku bak seekor ulat
Jikalau tega aku perbuat,
jikalau tak sayang lagi 'ku padamu sahabat,
sungguh kau akan kulaknat!
Kau pergi tinggalkanku tanpa suara
Kau biarkan 'ku jatuh ke jurang dalam tak terhingga
Di mana ikrarmu sebagai sahabat?
Hanya manis ucapmu tak kau perbuat
Kau khianati aku bak seekor ulat
Jikalau tega aku perbuat,
jikalau tak sayang lagi 'ku padamu sahabat,
sungguh kau akan kulaknat!
Ketika
Ketika sebuah tawa mengguncang bahumu
Ketika sebuah senyum menghias harimu
Ketika sebuah tangis menderai di wajahmu
Ketika setetes air mengalir di belah pipimu
Kuhanya terdiam di sini
Melihat semua tingkahmu dalam diam
Kadang bergumam sambil tersenyum
Kadang berharap suatu yang tak pasti
Langganan:
Postingan (Atom)