Kamis, 16 April 2009

Mungkin Nanti

Setetes embun membasahi ubun-ubun
Dikau bertanya berharap jawaban
Namun yang kau tanya bungkam
Hanya berdiri diam menunduk dalam

Aku yang melihatmu dari balik semak belukar
Berharap sama denganmu, sama besar
Aku takut kau dikecewakannya
Mengapa ia tak menjawab penrtanyaannya?

Dia yang kau tanya itu menggeleng
Hatimu pecah berkeping-keping
Begitu juga hatiku ini
Dan air mata menetes di pipimu

Jangan menangisinya!
Kau terlalu berharga untuknya
Mungkin nanti, aku bisa menggantikan dia
Berada di sisimu lebih dari seorang sahabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar