Kau dapat tersenyum melihat sang badut
Kau dapat tertawa melihat sang pelawak
Namun, kau hanya bisa bahagia karna dirinya
Ialah bunga hatimu yang kau cari
Sabtu, 18 April 2009
Ledakan Rindu
Sesuatu yang kurindukan darimu
Bayangmu, matamu, lugumu, lugasmu
Dan air mataku menetes saat rinduku meledak
Bayangmu, matamu, lugumu, lugasmu
Dan air mataku menetes saat rinduku meledak
Angsa
Aneh kulihat ia menari di atas awan
Tangannya tegak menyambut mentari
Matanya bersinar laksana bintang
Hatiku perih, mataku menyipit melihatnya menari
Tangannya tegak menyambut mentari
Matanya bersinar laksana bintang
Hatiku perih, mataku menyipit melihatnya menari
Jumat, 17 April 2009
Termenung
Aku tertipu semua tingkahmu padaku
Tingkah lucu, lugu, lugasmu
Kini ku hanya bisa termenung
Termenung menekuri langkah salah yang kuambil
Tingkah lucu, lugu, lugasmu
Kini ku hanya bisa termenung
Termenung menekuri langkah salah yang kuambil
Kamis, 16 April 2009
Mungkin Nanti
Setetes embun membasahi ubun-ubun
Dikau bertanya berharap jawaban
Namun yang kau tanya bungkam
Hanya berdiri diam menunduk dalam
Aku yang melihatmu dari balik semak belukar
Berharap sama denganmu, sama besar
Aku takut kau dikecewakannya
Mengapa ia tak menjawab penrtanyaannya?
Dia yang kau tanya itu menggeleng
Hatimu pecah berkeping-keping
Begitu juga hatiku ini
Dan air mata menetes di pipimu
Jangan menangisinya!
Kau terlalu berharga untuknya
Mungkin nanti, aku bisa menggantikan dia
Berada di sisimu lebih dari seorang sahabat
Dikau bertanya berharap jawaban
Namun yang kau tanya bungkam
Hanya berdiri diam menunduk dalam
Aku yang melihatmu dari balik semak belukar
Berharap sama denganmu, sama besar
Aku takut kau dikecewakannya
Mengapa ia tak menjawab penrtanyaannya?
Dia yang kau tanya itu menggeleng
Hatimu pecah berkeping-keping
Begitu juga hatiku ini
Dan air mata menetes di pipimu
Jangan menangisinya!
Kau terlalu berharga untuknya
Mungkin nanti, aku bisa menggantikan dia
Berada di sisimu lebih dari seorang sahabat
Sahabat?
Kelabu hariku tanpa cahaya
Kau pergi tinggalkanku tanpa suara
Kau biarkan 'ku jatuh ke jurang dalam tak terhingga
Di mana ikrarmu sebagai sahabat?
Hanya manis ucapmu tak kau perbuat
Kau khianati aku bak seekor ulat
Jikalau tega aku perbuat,
jikalau tak sayang lagi 'ku padamu sahabat,
sungguh kau akan kulaknat!
Kau pergi tinggalkanku tanpa suara
Kau biarkan 'ku jatuh ke jurang dalam tak terhingga
Di mana ikrarmu sebagai sahabat?
Hanya manis ucapmu tak kau perbuat
Kau khianati aku bak seekor ulat
Jikalau tega aku perbuat,
jikalau tak sayang lagi 'ku padamu sahabat,
sungguh kau akan kulaknat!
Ketika
Ketika sebuah tawa mengguncang bahumu
Ketika sebuah senyum menghias harimu
Ketika sebuah tangis menderai di wajahmu
Ketika setetes air mengalir di belah pipimu
Kuhanya terdiam di sini
Melihat semua tingkahmu dalam diam
Kadang bergumam sambil tersenyum
Kadang berharap suatu yang tak pasti
Langganan:
Postingan (Atom)