Rantai-rantai ombak terhempas
Pulang menghambur mesra dalam belai lembut karang
Hanyutkan kuarsa dalam tiap rindu yang terpuaskan
Seperti halnya aku yang menunggumu
Setia tanamkan kaki dalam butir-butir pasir
Merenda waktu sepanjang pesisir
Andai kau datang sesering ombak menyisir
Aku ini bak pantai kering
Laut mati
Tak berair, tak berarus
Kering kerontang menunggumu berlabuh padaku
Basuh sakit akan luka menganga ini
Mungkinkah kau kembali?
Dari balik gunung es di ujung dunia
Mengembun terbawa angin pasat?
Atau menjelma engkau sebagai La Nina
Banjiri pusat hatiku yang kemarau?
Entah apa yang harus kulakukan
'Tuk buatmu kembali bersandar
Dalam tiap buih-buih kasih
Yang tersimpan hanya untukmu
Walau seratus tahun harusku menunggu
Aku tak peduli
Meski doaku tiada lagi didengar-Nya
Aku tetap tidak peduli
Kamis, 29 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar