Minggu, 22 Januari 2012

Lima Bulir Kebodohan

Aku bodoh bukan?
Siapa yang menginginkan seorang bodoh sepertiku?
Tidak juga engkau
Benar kan?

Maka biarlah kusimpan semua ini
Tiap bulir rahasia tentangmu
Juga aku, bayanganmu

Bulir satu
Aku begitu menyayangimu
Tak peduli rupamu kelak, tingkahmu kelak
Sekeras kumencoba
Hanya hatimu jiwaku berlabuh

Bulir dua
Aku teramat mencintaimu
Walau aku hanyalah bayangmu
Hingga terlampau sulit kau tuk lihatku
Biarlah, kau tak perlu tahu rupaku

Bulir tiga
Aku terlampau menyukaimu
Wajahmu, senyummu, matamu
Yang tak pernah berkenalan dengan mataku
Jangan, aku terlalu buruk rupa tuk kau lihat

Bulir empat
Aku terlalu bodoh
Kisahkan semua burung akan kau
Hingga tak tersisa cerita tentangku
Ini bukan rahasia lagi

Bulir lima
Aku amat sangat ingin tuturkan ini padamu
Maka bantu aku
Menjaga rahasia ini
Diamlah dan lupakanlah
Aku pasti baik-baik saja

2 komentar:

  1. kalau boleh tau puisi ini pengrangnya siapa ya, aku cari pengrangnya kok tidak ada, tidak di cantumkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, semua puisi di sini yang ngarang saya sendiri Mas. Saya Aida Fadhilah :)

      Hapus