Minggu, 10 Maret 2013

Mencari Nurani

Pada lembar-lembar buku yang telah menguning
Di setiap jarak kata yang tertulis
Teresap, terpahami
Namun, tak kunjung pula
Kutemui ia
yang bernama
Nurani

Mungkin Tuhan pernah kenalkan aku padanya
Dahulu sebelum dunia merasukiku
Keindahannya, Keabsurdannya
Sang dunia, kalahkan ia
Nuraniku hengkang
Entah kemana
perginya

Kini saat kucari lagi ia demi kepentingan bangsaku
Tak lagi pernah kutemukan ia
Seutuh, sehebat dahulu
Ia tak ada di dalam
buku-buku tebal
Tak ada dalam
Kurikulum

Kumenangis mencari ia yang pecah terserak
Kutanya mereka yang punya kuasa
Ah, nurani mereka pun
sudah tak berada
di tempatnya

Kutanya lagi pada mereka yang bertakhta
Ah, nurani mereka pun telah habis
Dimakan oleh tirani
Lalu siapa
Nurani?

Tuhan akhirnya tunjukkan: Itu Ia, yang tak pernah kau lihat
Di kolong jembatan, di antara gunungan sampah
Itu Ia, tersenyum dalam tangisnya
Ia Nurani-mu
Pedulikah kau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar