Dalam setiap cintanya
Hela napasnya
Diberikan hanya padaku
Tulus
Lembut
Suci
Dalam hangat jamahnya
Jemari panjang
Menyentuh segala ragu dalam diriku
Tangis
Rintih
Keluh
Terseka peluhnya
Atas segala kasih di dunia
Yang ia himpun hanya untukku
Memoar
Memori
Teringat kembali
Bagai badai menggulung tubuhku
Tumbangkan segala bangga
Menarik rindu yang terbenam nafsu
Beribu kenangan antarkanku
Pada sosok rembulan kala senja
Yang pertama, dan utama
Kulihat
Kuraba
Kusakiti
Entah bagaimna semua kan kutebus
Dosa seorang durhaka
Hina seorang nista
Dingin pusara ingatkanku
Terlalu jauh tuk kembali
Terlalu susah tuk memutar kembali
Terlambat
Tinggalah doa di sela isak kerinduan
Menyebutnya lirih: Ibu
Bontang, 14 Mei 2011
21.03
Krisis persepsi akan JUDUL!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar