Sabtu, 14 Mei 2011

Lekuk Senyum

Dalam setiap cintanya

Hela napasnya

Diberikan hanya padaku


Tulus

Lembut

Suci


Dalam hangat jamahnya

Jemari panjang

Menyentuh segala ragu dalam diriku


Tangis

Rintih

Keluh


Terseka peluhnya

Atas segala kasih di dunia

Yang ia himpun hanya untukku


Memoar

Memori

Teringat kembali


Bagai badai menggulung tubuhku

Tumbangkan segala bangga

Menarik rindu yang terbenam nafsu


Beribu kenangan antarkanku

Pada sosok rembulan kala senja

Yang pertama, dan utama


Kulihat

Kuraba

Kusakiti


Entah bagaimna semua kan kutebus

Dosa seorang durhaka

Hina seorang nista


Dingin pusara ingatkanku

Terlalu jauh tuk kembali

Terlalu susah tuk memutar kembali


Terlambat

Tinggalah doa di sela isak kerinduan

Menyebutnya lirih: Ibu




Bontang, 14 Mei 2011

21.03

Krisis persepsi akan JUDUL!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar