Kamis, 14 Juli 2011

Bukan Rumiyati (Kisah Lain)

Kadang aku masih menanyakan
Hal yang sama pada orang yang sama
Padaku
Tentangku

Bersalahkah aku tentang itu semua?
Nyawa itu melayang tak sepenuhnya salahku kan?
Aku hanya membela diriku
Karena kubosan disiksa!
Dilecehkan seakan aku pelacur
Diinjak seakan aku seekor semut tak berdaya
Itu, bukan salahku bukan?

Pantaskah aku terima semua ini?
Kebebasan yang telah lama kunantikan
Tanah air yang telah lama kurindukan
Sanak saudara yang telah lama kukehilangan
Mellihat semua di atas
Aku memang pantas menerimanya

Pertanyaan selanjutnya:
Bagaimana nasib saudaraku yang lain di sana?
Di perantauan padang pasir panas
Yang membakar setiap asa yang telah tertanam dalam
dari tanah kelahiran hingga tumbuh
meraih tanah yang katanya suci itu

Kudengar tangis mereka
Menunggu 'tuk membayar kesalahan yang tak sepenuhnya salah mereka
Dengan darah dan nadi yang terputus
Dengan paru-paru yang tak lagi hembuskan kehidupan
Dengan jantung yang tak berdenyut, mati

Kapan mereka seberuntung diriku?
Kapan mereka pulang ke tanah pusaka ini?
Kapan mereka merdeka dari kata "perbudakan"?

Semua tanya terulang di benakku
Hanya terjawab dengan tangis sesak diriku
Tanpa apa-apa yang dapat kulakukan



14 Juli 2011
Mengenang Para Pahlawan Devisa (TKI) yang tak sempat labuhkan segala duka dan derita pada Tanah Pusaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar