Selasa, 14 Juni 2011

Pesan Kala Subuh

Menunggu subuh
Akhiri malam penantianku yang panjang
Sudahi segala resah dan keraguan

Diantara bulan yang masih tampakkan sinarnya
Aku berdiri berpayung segala kesah
Resah menantimu pulang:
Berlabuh kembali pada jiwaku yang hampir karam

Ditemani tampiasan ombak
Memandikanku hingga suci dari segala harap
Menyuapi air garam kenyataan
Mengikis segala cita yang dahulu terbentang

Bayang rembulan terpantul di laut lepas
Sebagaimana refleksiku terlihat jelas di atas genang air asin
Aku telah renta dan tua
Wajahku keriput, tak lagi mekar bak mawar merah
Telah layu dan siap menjadi humus:
diuraikan makhluk-makhluk kecil penghuni tanah

Ini aku, Nak
Menunggumu tiap subuh menjelang
Mengingat lekat-lekat bagaimana kau tinggalkan
tanah lahir hingga besarmu
Melantunkan janjimu 'tuk pulang ke pelukanku
Di saat yang sama, kala subuh

Berpuluh tahun ku menunggumu
Tak jua kau bersandar dalam pelukanku
Berliter peluh saksikan teguhnya aku
Menunggumu kembali ke negerimu

Pulanglah, Nak
Sebelum ibumu ini berpulang


Bontang, 14 Juni 2011
4.33

Tidak ada komentar:

Posting Komentar