Malam ini, momen itu berakhir
Ah, tak ada tangis kali ini
Tersisa senyum dan tawa
Menyublimasi, penuhi ruang yang dahulu hampa
Perlahan, menyebar menyeruak
Gapai sisi-sisi terjauh, bukan
Bukan minoritas
Hanya mungkin, sedikit tak tergapai
Dalam lingkup ruang
Atmosfer mengental
Satu visi itu mulai menjelas
Baur air mata dan gelak tawa,
Terlihat semakin mendekat
Aku sendiri, ingin menyebut ini
keluarga
T'lah kusiapkan keegoisanku 'tuk pertahankan
keluarga ini
Kulebarkan telah dadaku 'tuk terima
semua heterogenitas ini
Tanganku, tak 'kan pernah keberatan
Tuk merentang merangkul saudara-saudaraku nanti
Hanya saja, jujur
Aku masih menunggu
Tuk arungi lautan terjang di depan
Dalam bahtera yang kuyakin 'kan indah ini
Karena Tuhan t'lah tempatkan aku di sini
Di tengah orang-orang pilihan-Nya
Di akhir nanti,
Ya, kuharapkan sebuah tangis bahagia
Saat toga terbang rindukan langit
-Bogor, 20 September 2014-
H3 Baur, Ilmu dan Teknologi Pangan
Ia yang merasa mulai pantas berdiri dalam lingkaran ini, Aida Fadhilah
Minggu, 21 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar