Minggu, 21 September 2014

Awal Sebuah Pelayaran

Malam ini, momen itu berakhir
Ah, tak ada tangis kali ini
Tersisa senyum dan tawa
Menyublimasi, penuhi ruang yang dahulu hampa

Perlahan, menyebar menyeruak
Gapai sisi-sisi terjauh, bukan
Bukan minoritas
Hanya mungkin, sedikit tak tergapai

Dalam lingkup ruang
Atmosfer mengental
Satu visi itu mulai menjelas
Baur air mata dan gelak tawa,
Terlihat semakin mendekat

Aku sendiri, ingin menyebut ini
keluarga
T'lah kusiapkan keegoisanku 'tuk pertahankan
keluarga ini
Kulebarkan telah dadaku 'tuk terima
semua heterogenitas ini
Tanganku, tak 'kan pernah keberatan
Tuk merentang merangkul saudara-saudaraku nanti

Hanya saja, jujur
Aku masih menunggu
Tuk arungi lautan terjang di depan
Dalam bahtera yang kuyakin 'kan indah ini

Karena Tuhan t'lah tempatkan aku di sini
Di tengah orang-orang pilihan-Nya

Di akhir nanti,
Ya, kuharapkan sebuah tangis bahagia
Saat toga terbang rindukan langit
-Bogor, 20 September 2014-
H3 Baur, Ilmu dan Teknologi Pangan
Ia yang merasa mulai pantas berdiri dalam lingkaran ini, Aida Fadhilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar