Selasa, 23 September 2014

Rindu Padi pada Sang Langit

Segenggam padi
Tumbuh, berakar melalui jantung pertiwi
Ketika sabit menebas rindu bebatangan hijau
Bulir kuning melepas pegangannya,
Terjun bebas menuju pertiwi
Berharap tuk tumbuh, megah menyongsong langit


Ya, mereka mengerti
Sepanjang batang merenggang
Putih awan berarak tak 'kan pernah terpegang
Hanya saja, mungkin suatu saat
Tumpukan gabah menguning
Dapat menyentuh sedikit birunya langit

Tatapan kini jatuh pada ia
Yang berpeluh punguti gabah basah
Menyentuh halus muka kulit pertiwi
dengan tangan kasarnya

Karena masa yang sama,
ternantikan

#‎HariTani24Sept‬ Semoga Pertanian Indonesia kelak tak terlupakan, namun terbanggakan. Seorang Mahasiswa Pertanian Indonesia, Aida Fadhilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar