Segenggam padi
Tumbuh, berakar melalui jantung pertiwi
Ketika sabit menebas rindu bebatangan hijau
Bulir kuning melepas pegangannya,
Terjun bebas menuju pertiwi
Berharap tuk tumbuh, megah menyongsong langit
Ya, mereka mengerti
Sepanjang batang merenggang
Putih awan berarak tak 'kan pernah terpegang
Hanya saja, mungkin suatu saat
Tumpukan gabah menguning
Dapat menyentuh sedikit birunya langit
Tatapan kini jatuh pada ia
Yang berpeluh punguti gabah basah
Menyentuh halus muka kulit pertiwi
dengan tangan kasarnya
Karena masa yang sama,
ternantikan
#HariTani24Sept Semoga Pertanian Indonesia kelak tak terlupakan, namun terbanggakan. Seorang Mahasiswa Pertanian Indonesia, Aida Fadhilah
Selasa, 23 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar