Minggu, 30 September 2012

Dengar Sebentar

Di bawah bintang malam ini
Di pangkuan pertiwi ku di sini
Diterangi kasih rembulan
Sujud aku dalam kuasa
Nya

Dengar sebentar Tuhan
Betapa aku butuh belai-Mu
malam ini
Aku butuh kalam-Mu
sunyi ini
Di mana jiwaku yang hanyut
Hendak mencari sebuah labuhan

Katakan padaku kemudian
Tuhan
Ke mana harus kuberlabuh
Selain Engkau malam ini?

Dengar sebentar Tuhan
Betapa aku butuh hilangkan ia
Sesaat dari pikirku
Maka tambatkan aku pada-Mu
Sang pemilik dari segala rasa dunia

Dengar sebentar Tuhan
Keluh kesahku malam ini
Peluk sebentar Tuhan
Hatiku dalam dekap kekal
Mu


-Doa seorang hamba yang merindukan-Nya-

Sabtu, 01 September 2012

Tuhanmu Kawan

Tuhan tahu
Kau yang tertunduk malam ini
yang tertelan isakanmu sendiri
Rindukan pelukan hangatnya
Hilang
Dari sisimu

Tuhan mengerti
Kau kuat
Kawan
Kau hebat
Hingga Ia ujikan ini padamu,
pejuang

Tuhan ijinkan
Para bintang dan rembulan bulat
Doakan ia yang kau sayang malam ini
Agar kau tetap berlari
mengejar mimpimu

Tuhan ciptakan
Ia untuk mencintamu dan kau cinta
Kami tuk genggammu dan kau genggam
Engkau agar kau berdiri teguh dalam jalan lurus-Nya
Jaminkan surga untuk ia
Tersayang, terindukan


Untuk kawanku yang kehilangan ia yang tersayang. Tabah kawan, Tuhan tahu kau mampu menghadapinya. Semoga ia yang kau sayang diterima di sisi-Nya.
01/09/2012

Kamis, 30 Agustus 2012

Willow Tree

Aku menunggumu
Di sini!
Di bawah pohon rindang ini
Di entah di mana pun
empat musim terjadi

Aku menunggumu
Di sini!
Siapa pun engkau nanti
Siapa pun engkau kelak
Di bawah pohon rindang ini

Jadilah sepertinya,
Seorang yang selalu teduhkan jiwaku
Naungi mimpiku
Lindungi imanku

Willow Tree,
Kau bisa kan jadi seperti
pohon ini?

Cerita Tak Berawal

Akhirnya,
Kuharap kau tak sesakit aku
Saat rembulan semalam peluk hatiku
Sementara bintang menghujamnya
Jalan mana yang tersisa untukku?
Kedua kakiku gemetar,
ada rasa tak sanggup tuk tetap berdiri
di sini

Dahulu,
Kuharap kau berbeda dan bisa
Membalas segala rasa yang kuhujani
Bagai hujan yang selalu kunjungi tanahku,
tanpa pamrih
Jalan mana yang tersedia untukmu?
Kau memilih tak pedulikan ringkihnya
posisiku

Awalnya,
Bagai pesawat tempur bising
Belah heningnya malam-malamku
Kau belah ragaku,
jejalkan berbagai hal yang aku tak sanggup
terima
Semua kata sayang itu,
aku tak mengenalnya dapat tercipta
untukku

Cepat,
Terlalu cepat
Ombak menerpa hidupku dari kanan
maupun kiri
Aku lunglai
Tak tahu harus apa

Cepat,
Begitu cepat
Aku rubuh dalam peluk sayang
Dua bukit yang peluk daku
Pertiwi bisikkan sayangnya padaku
Bukan sayang semu yang kau janjikan

Senin, 16 Juli 2012

Wisata Tengah Malam

Sini kutunjukkan
Jika bintang selalu terjaga
Menjaga malam-malammu untukku

Meski rembulan tak selalu penuh,
terkadang ia malu darimu
Ia tak pernah melupakan sinarmu
yang terpantul ke wajahnya
Buat ia terangi jiwamu kala malam

Ikut aku,
dan temui ombak lautan
penuh dengan serdaduku di sana

Cumi dan gurita
kan pelukmu hangat, dengan
delapan tangan mereka

Sedang anemon laut yang gemilang
dalam buaian ombak
jadi petunjuk jalanmu menemuiku
dalam mimpi indahmu

Jangkrik di luar sana tak akan pernah
bosan
Bermain orkes hingga kau
terlelap

Dalam pangkuan-Nya malam ini
Wisata ini berakhir,
Di bawah naungan-Nya
Raja berbagai cara

Dan cara-Nya perlihatkan dunia padamu
Denganku, sang pemandu wisata tengah malam
Inginkan kau selalu percaya pada-Nya