Di bawah bintang malam ini
Di pangkuan pertiwi ku di sini
Diterangi kasih rembulan
Sujud aku dalam kuasa
Nya
Dengar sebentar Tuhan
Betapa aku butuh belai-Mu
malam ini
Aku butuh kalam-Mu
sunyi ini
Di mana jiwaku yang hanyut
Hendak mencari sebuah labuhan
Katakan padaku kemudian
Tuhan
Ke mana harus kuberlabuh
Selain Engkau malam ini?
Dengar sebentar Tuhan
Betapa aku butuh hilangkan ia
Sesaat dari pikirku
Maka tambatkan aku pada-Mu
Sang pemilik dari segala rasa dunia
Dengar sebentar Tuhan
Keluh kesahku malam ini
Peluk sebentar Tuhan
Hatiku dalam dekap kekal
Mu
-Doa seorang hamba yang merindukan-Nya-
Minggu, 30 September 2012
Sabtu, 01 September 2012
Tuhanmu Kawan
Tuhan tahu
Kau yang tertunduk malam ini
yang tertelan isakanmu sendiri
Rindukan pelukan hangatnya
Hilang
Dari sisimu
Tuhan mengerti
Kau kuat
Kawan
Kau hebat
Hingga Ia ujikan ini padamu,
pejuang
Tuhan ijinkan
Para bintang dan rembulan bulat
Doakan ia yang kau sayang malam ini
Agar kau tetap berlari
mengejar mimpimu
Tuhan ciptakan
Ia untuk mencintamu dan kau cinta
Kami tuk genggammu dan kau genggam
Engkau agar kau berdiri teguh dalam jalan lurus-Nya
Jaminkan surga untuk ia
Tersayang, terindukan
Untuk kawanku yang kehilangan ia yang tersayang. Tabah kawan, Tuhan tahu kau mampu menghadapinya. Semoga ia yang kau sayang diterima di sisi-Nya.
01/09/2012
Kau yang tertunduk malam ini
yang tertelan isakanmu sendiri
Rindukan pelukan hangatnya
Hilang
Dari sisimu
Tuhan mengerti
Kau kuat
Kawan
Kau hebat
Hingga Ia ujikan ini padamu,
pejuang
Tuhan ijinkan
Para bintang dan rembulan bulat
Doakan ia yang kau sayang malam ini
Agar kau tetap berlari
mengejar mimpimu
Tuhan ciptakan
Ia untuk mencintamu dan kau cinta
Kami tuk genggammu dan kau genggam
Engkau agar kau berdiri teguh dalam jalan lurus-Nya
Jaminkan surga untuk ia
Tersayang, terindukan
Untuk kawanku yang kehilangan ia yang tersayang. Tabah kawan, Tuhan tahu kau mampu menghadapinya. Semoga ia yang kau sayang diterima di sisi-Nya.
01/09/2012
Kamis, 30 Agustus 2012
Willow Tree
Aku menunggumu
Di sini!
Di bawah pohon rindang ini
Di entah di mana pun
empat musim terjadi
Aku menunggumu
Di sini!
Siapa pun engkau nanti
Siapa pun engkau kelak
Di bawah pohon rindang ini
Jadilah sepertinya,
Seorang yang selalu teduhkan jiwaku
Naungi mimpiku
Lindungi imanku
Willow Tree,
Kau bisa kan jadi seperti
pohon ini?
Di sini!
Di bawah pohon rindang ini
Di entah di mana pun
empat musim terjadi
Aku menunggumu
Di sini!
Siapa pun engkau nanti
Siapa pun engkau kelak
Di bawah pohon rindang ini
Jadilah sepertinya,
Seorang yang selalu teduhkan jiwaku
Naungi mimpiku
Lindungi imanku
Willow Tree,
Kau bisa kan jadi seperti
pohon ini?
Cerita Tak Berawal
Akhirnya,
Kuharap kau tak sesakit aku
Saat rembulan semalam peluk hatiku
Sementara bintang menghujamnya
Jalan mana yang tersisa untukku?
Kedua kakiku gemetar,
ada rasa tak sanggup tuk tetap berdiri
di sini
Dahulu,
Kuharap kau berbeda dan bisa
Membalas segala rasa yang kuhujani
Bagai hujan yang selalu kunjungi tanahku,
tanpa pamrih
Jalan mana yang tersedia untukmu?
Kau memilih tak pedulikan ringkihnya
posisiku
Awalnya,
Bagai pesawat tempur bising
Belah heningnya malam-malamku
Kau belah ragaku,
jejalkan berbagai hal yang aku tak sanggup
terima
Semua kata sayang itu,
aku tak mengenalnya dapat tercipta
untukku
Cepat,
Terlalu cepat
Ombak menerpa hidupku dari kanan
maupun kiri
Aku lunglai
Tak tahu harus apa
Cepat,
Begitu cepat
Aku rubuh dalam peluk sayang
Dua bukit yang peluk daku
Pertiwi bisikkan sayangnya padaku
Bukan sayang semu yang kau janjikan
Kuharap kau tak sesakit aku
Saat rembulan semalam peluk hatiku
Sementara bintang menghujamnya
Jalan mana yang tersisa untukku?
Kedua kakiku gemetar,
ada rasa tak sanggup tuk tetap berdiri
di sini
Dahulu,
Kuharap kau berbeda dan bisa
Membalas segala rasa yang kuhujani
Bagai hujan yang selalu kunjungi tanahku,
tanpa pamrih
Jalan mana yang tersedia untukmu?
Kau memilih tak pedulikan ringkihnya
posisiku
Awalnya,
Bagai pesawat tempur bising
Belah heningnya malam-malamku
Kau belah ragaku,
jejalkan berbagai hal yang aku tak sanggup
terima
Semua kata sayang itu,
aku tak mengenalnya dapat tercipta
untukku
Cepat,
Terlalu cepat
Ombak menerpa hidupku dari kanan
maupun kiri
Aku lunglai
Tak tahu harus apa
Cepat,
Begitu cepat
Aku rubuh dalam peluk sayang
Dua bukit yang peluk daku
Pertiwi bisikkan sayangnya padaku
Bukan sayang semu yang kau janjikan
Senin, 16 Juli 2012
Wisata Tengah Malam
Sini kutunjukkan
Jika bintang selalu terjaga
Menjaga malam-malammu untukku
Meski rembulan tak selalu penuh,
terkadang ia malu darimu
Ia tak pernah melupakan sinarmu
yang terpantul ke wajahnya
Buat ia terangi jiwamu kala malam
Ikut aku,
dan temui ombak lautan
penuh dengan serdaduku di sana
Cumi dan gurita
kan pelukmu hangat, dengan
delapan tangan mereka
Sedang anemon laut yang gemilang
dalam buaian ombak
jadi petunjuk jalanmu menemuiku
dalam mimpi indahmu
Jangkrik di luar sana tak akan pernah
bosan
Bermain orkes hingga kau
terlelap
Dalam pangkuan-Nya malam ini
Wisata ini berakhir,
Di bawah naungan-Nya
Raja berbagai cara
Dan cara-Nya perlihatkan dunia padamu
Denganku, sang pemandu wisata tengah malam
Inginkan kau selalu percaya pada-Nya
Jika bintang selalu terjaga
Menjaga malam-malammu untukku
Meski rembulan tak selalu penuh,
terkadang ia malu darimu
Ia tak pernah melupakan sinarmu
yang terpantul ke wajahnya
Buat ia terangi jiwamu kala malam
Ikut aku,
dan temui ombak lautan
penuh dengan serdaduku di sana
Cumi dan gurita
kan pelukmu hangat, dengan
delapan tangan mereka
Sedang anemon laut yang gemilang
dalam buaian ombak
jadi petunjuk jalanmu menemuiku
dalam mimpi indahmu
Jangkrik di luar sana tak akan pernah
bosan
Bermain orkes hingga kau
terlelap
Dalam pangkuan-Nya malam ini
Wisata ini berakhir,
Di bawah naungan-Nya
Raja berbagai cara
Dan cara-Nya perlihatkan dunia padamu
Denganku, sang pemandu wisata tengah malam
Inginkan kau selalu percaya pada-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)