Senin, 06 Juni 2011

Pengais Malam

Di antara semburat cahaya bintang
Yang terselip di balik ilalang
Mengingatkan bahwa malam sedang tak bertuan :
Tak berembulan

Seorang tua mengais lirih
Sela-sela rami
Mencari seekor jangkrik kecil
'Tuk dijadikannya teman makan malam

Tangannya menangkap satu ekor
Ia bersorak girang
Sayang berjuta kenang
Sang jangkrik lepas, tinggal kenangan

Ia rubuh di antara kelam sang malam
Tubuhnya menggigil
Sementara perutnya bernyanyi
kalahkan orkes para jangkrik

Bintang berhenti bersinar
Tangisnya jatuh basahi tubuh yang tak berdaya
Kini mengenang Sang Pengais Malam
Yang bahkan tak tahu kapan malam

Baginya
Setiap saat adalah malam
Yang ia rasakan hanyalah dingin
Kelam
Gelap sang gulita

Ia hanya ingin
Mencari malam
di antara tumpukan malam-malam
kelamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar