Minggu, 15 April 2012

Bibir Ibu

Ketika bulan tengah menimang malam
Di mana jangkrik siulkan lagu pengantar tidur
Serta doa mengalir lembut lewat bibirnya
Kau tidur dalam pangkuannya
Memimpikan masa depan,
saat kau berdiri di puncak tertinggi
hidupmu

Kini,
Saat sabit tergantung di antara gemintang
Meski angin tampar pepohonan
Doanya tetap di sana,
di atas bibir lembutnya
Kau menangis di pangkuannya
Menyesali hari kemarin
Ditakuti esok yang begitu tentukan
hidupmu

Maka genggamlah tangannya sebentar
Cium lembut telapak tangan suci
yang setia usap air matamu
Sungguh doanya kan setia hantarkan engkau
Pada jalanmu
Percayalah, ia selalu berada di pihakmu
Apa yang 'kan kau hadapi esok serta lusa
Segala doanya masih di sana,
bersemayam di bibirnya

            Ibu,
            doakan aku
            esok, lusa, dan seterusnya



Teruntuk kakak kelasku yang esok 'kan hadapi UAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar