Senin, 16 Juli 2012

Wisata Tengah Malam

Sini kutunjukkan
Jika bintang selalu terjaga
Menjaga malam-malammu untukku

Meski rembulan tak selalu penuh,
terkadang ia malu darimu
Ia tak pernah melupakan sinarmu
yang terpantul ke wajahnya
Buat ia terangi jiwamu kala malam

Ikut aku,
dan temui ombak lautan
penuh dengan serdaduku di sana

Cumi dan gurita
kan pelukmu hangat, dengan
delapan tangan mereka

Sedang anemon laut yang gemilang
dalam buaian ombak
jadi petunjuk jalanmu menemuiku
dalam mimpi indahmu

Jangkrik di luar sana tak akan pernah
bosan
Bermain orkes hingga kau
terlelap

Dalam pangkuan-Nya malam ini
Wisata ini berakhir,
Di bawah naungan-Nya
Raja berbagai cara

Dan cara-Nya perlihatkan dunia padamu
Denganku, sang pemandu wisata tengah malam
Inginkan kau selalu percaya pada-Nya

Selasa, 08 Mei 2012

Senandung Malam

Kala malam telanjangkan dirinya
Hingga bintang menyembul eksotis di badannya
Sedang rembulan bulat tergantung di dadanya

Tidurlah ia dalam pangkuan suci,
bukan nafsu

Malam-malam di mana zikir sesakkan Arsy
Ternikmati oleh para malaikat yag selalu terjaga
Doa itu sampai pada Mereka
Akan hidup
yang tak pernah dinikmatinya

Kembali ia dengan bouraq pada pertiwi
Setelah kisah Adam dan Hawa ia saksikan di surga
dalam lelapnya
Maka tanah dingin menyambutnya
Keras batu jalanan membangunkannya

Tidur ia di sisi emper toko
Mendongak ke atas,
senandungkan doa dan zikir malamnya

Minggu, 22 April 2012

Budak Sang Pengkhianat

Biarkan aku merdeka
Dari segala jerat bualmu itu
Aku bukan budakmu,
lalu mengapa kusetia turuti omonganmu?

Kau tak pernah peduli akanku, bukan?
Sihir apa yang kau pakai
agar aku selalu peduli dengamu?
Penyihir kah engkau
berteman dengan kuali panas
dengan larutan darah dan ludah serta nanah
di dalamnya

Ah, bodohkah aku?
Bukan, kau yang terlampau bodoh
Buat apa kau berkhianat
jika hal itu sama sekali tak bawamu ke puncak
dunia
Kau tak tahu?
Kau tak malu?

Dengar!
Mentari dan bulan tertawakan engkau
bersahut-sahutan siang malam
Di mana wajahmu, sayang?
Kau sembunyikan di pusat bumikah?
Ku tanya bumi, dia pun muak kau injak

Sadarlah, sayang!
Sang budak ingin merdeka jua!




Kamis, 19 April 2012

Hamba Bharatayudha

Kau renkarnasi dewa perang
Kisahmu tertulis dalam Bharatayudha
Di mana pedang di tangan kirimu
Sedang keris terselip di pinggangmu

Kau tidak mati dalam pertempuran itu
Malah hidup kembali dalam sosok anggun,
lemah lembut, bertakhta senyum
Aku hambamu, Tuan
Biar kuusap semua darah serta balut semua lukamu

Jika kini semua uji dari-Nya menyakitimu
Ketika kau hendak menyerah kini
Biar aku, Tuan
Menanggung semua beban dan sakitmu

Tuanku,
pengingat akan perang
Percayalah hambamu ini
Biar hamba bebat semua gores serta jilat semua nanah
Biar hamba genggam tangan Tuan saat engkau hendak jatuh

Tuanku,
ini perangmu
Kelak 'kan kau menangkan perang ini Tuan
Jayamu di atas jayaku

Tuanku,
Betapa bangga hambamu
Miliki Tuan setegar engkau




Rabu, 18 April 2012

Banyuwangi

Wahai Tuan,
Tuanku tercinta
Segala kasih dan sayang  yang kau beri
Janganlah lagi kau tanyakan
Bukankah sudah kubalas dengan setia?

Wahai Tuan,
Tuanku terhormat
Segala harta dan citra yang kau curahkan
Janganlah lagi kau berikan
Bukankah ku sudah puas dengan kasihmu?

Jikalau masih Tuan tanyakan
Seberapa besar setia dan cintaku
Bagaimana harus kumenjawab?

Bahkan nyawa ayahandaku kurelakan
tertukar dengan Tuanku tersayang
Bahkan rakyatku kulepaskan
ditukar dengan Tuanku tercinta

Maka tuan,
biarkanlah pertiwi yang menjawab
Biar sungai mewangi membening
Jika memang setiaku lebih dari setiamu