Sabtu, 02 April 2011

Antara Bambu dan Pensil

Enam puluh enam tahun lalu,
Di balik semak, berteman ilalang
Dilindungi doa ibunda
Digerayangi keringat ketakutan

Enam puluh enam tahun kemudian,
Di balik meja, berteman kertas
Diiringi doa ibunda
Digerayangi keringat ketakutan

Mereka berjuang, berdoa, dan berharap
Demi Sang Negeri yang tak pernah merdeka
Demi sang ibu yang haus akan kebebasan
Mereka berjuang, berdoa, dan berharap

Enam puluh enam tahun lalu,
Berbekal semangat, menggenggam bambu kuning
Menyerahkan tangis darah jiwa
Mengharap sebuah kata "merdeka"

Enam puluh enam tahun kemudian,
Berbekal ilmu, menggenggam batang pensil
Menyerahkan tangis keringat jiwa
Mengharap sebuah kata "lulus"

Mereka memiliki tujuan yang sama
Memerdekakan Sang Bangsa yang tak pernah merdeka
Memerdekakan sang ibu dari segala keterpurukan
Mereka benar miliki tujuan yang sama



Bontang, 2 April 2011 22.45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar