Tanah retak kami pijak
Kering renta terhentak
Kadang merintih
Kadang menangis
Kepada kami yang berbaris
Air terlalau geram
Marah, hingga enggan mucul
Atau sekedar menengok
Kerasnya hidup di luar
Mereka yang bertubuh besar itu
Sang "penginjak", "penjilat"
Sang pemerkosa alam kami yang dahulu perawan
Menancapkan kuasanya
Ke tanah gersang yang meronta
Mendangak dan melihat
Hanya itu yang bisa kami perbuat
Kapan mereka ingat?
Tak hanya mereka seorang di sini
Bahkan Sang Pertiwi
Geram melihat tingkah mereka
Tunggu saja,
Hingga Pertiwi menggulung amarahnya
Minggu, 17 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar