Sabtu, 16 April 2011

Untuk Ibunda

Awan menggulum senyum

Menahan isak tangis suka

Menertawakan duka

Menghina luka


Tanah meronta

Didzolomi beribu cerca

Diperkosa dendam jiwa

Dikutuk amarah luka ibunda


Ibunda telah lelah menonton

Berbagai kebobrokan kami

Yang begitu bodoh

Gila!


Jiwa

Ditukar uang

Uang ditukar cinta

Cinta diperjual-belikan


Ibunda hanya ingin cinta

Tulus bagai kasih-Nya

Putih bagai kapas

Tak ternoda


Kapan kiranya

Ibunda dapat tersenyum

Melihat cinta tersebar mekar

Di atas tubuhnya yang penuh luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar