Awan menggulum senyum
Menahan isak tangis suka
Menertawakan duka
Menghina luka
Tanah meronta
Didzolomi beribu cerca
Diperkosa dendam jiwa
Dikutuk amarah luka ibunda
Ibunda telah lelah menonton
Berbagai kebobrokan kami
Yang begitu bodoh
Gila!
Jiwa
Ditukar uang
Uang ditukar cinta
Cinta diperjual-belikan
Ibunda hanya ingin cinta
Tulus bagai kasih-Nya
Putih bagai kapas
Tak ternoda
Kapan kiranya
Ibunda dapat tersenyum
Melihat cinta tersebar mekar
Di atas tubuhnya yang penuh luka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar